Minggu, 14 Oktober 2018

Cendrawasih Papua dengan Keindahan Bulu dan Tarian Khas

siswanto siswanto

Ketika berbicara mengenai burung khas Papua, maka yang terbesit di pikiran kita pasti cendrawasih. Ya, burung surgawi dengan kecantikan yang elok tersebut memang kebanyakan berasal dari tanah Papua. Meski begitu, ada beberapa jenis yang bisa kita temukan di wilayah lain seperti Australia dan Maluku. Yang pasti cendrawasih Papua sudah sangat terkenal dan mendunia. Tak heran jika banyak turis asing berdatangan ke Papua hanya untuk melihat indahnya burung surgawi secara langsung. Ingin tahu lebih jauh tentang burung ini? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Tarian cendrawasih

Jenis-jenis Burung Cendrawasih di Papua
Di seluruh belahan dunia, ada kurang lebih 40 jenis cendrawasih. Dari 40 jenis tersebut, 30 diantaranya berasal dari Indonesia. Kemudian dari 30 jenis itu, burung cendrawasih Papua menjadi yang paling banyak dengan 28 jenis. Apa saja jenis-jenisnya? Beberapa di antaranya adalah cendrawasih mati kawat, kuning besar, kuning kecil. Raggiana, belah rotan, panji, kerah, ekor panjang, paruh-sabit kurikuri, raja, astrapia arfak, parotia arfak, botak, dan masih banyak lagi cendrawasih semua jenis lainnya. Dengan begitu, sangat jelas jika tanah Papua memang begitu indah, salah satunya adalah dengan keberadaan burung yang dikenal burung surga ini.

Keindahan Bulu Burung Cendrawasih Papua
Ketika melihat burung surgawi ini, kita tak akan henti-hentinya mengagumi keindahannya. Rasanya tak akan bosan jika kita melihatnya setiap hari. Dibanding dengan burung lainnya, cendrawasih memang memiliki bulu yang jauh lebih indah dan cantik. Warnanya yang bermacam-macam tergantung jenisnya serta berbagai ciri khas masing-masing menjadi daya tarik bagi semua pengagum ciptaan Tuhan ini. Cendrawasih jantan biasanya memiliki bulu yang lebih menarik dan ekor yang panjang. Hal itu bertujuan untuk membuat betina tertarik dan mau dikawininya. Namun, cendrawasih betina pun juga tetap cantik meskipun tak seindah pejantan.

Uniknya Tarian Burung Cendrawasih Papua
Ketika musim kawin tiba, cendrawasih jantan biasanya akan beraksi untuk menarik pasangan. Burung cendrawasih Papua jantan memulai aksinya dengan menari-nari di depan para betina agar mereka tertarik. Mereka menari, loncat-loncat hingga bergelantungan di atas ranting pohon. Karena termasuk hewan yang suka berpoligami, pejantan bisa mengawini betinanya hingga 4 kali dalam sehari. Selain itu, jika betina cendrawasih sudah bertelur, para pejantan akan mencari pasangan baru dan dikawininya lagi. Jadi ketika musim kawin tiba, tarian-tarian khas cendrawasih akan menjadi hiburan dan tontonan tersendiri. Untuk itu, jika kalian ingin menyaksikannya, silahkan datang ke Papua ke daerah-daerah yang sering terdapat burung yang sudah mulai langka ini.

Kegunaan Bulu Cendrawasih Papua
Seperti kita tahu, banyak suku Papua yang sering mengenakan topi ada khususnya saat upacara tertentu. Topi-topi mereka memang menarik dengan bulu-bulu cendrawasih. Dulu, memang banyak penduduk Papua yang suka berburu burung ini untuk digunakan bulunya dalam membuat topi. Namun, kini hewan ini sudah dilindungi karena termasuk hewan langka. Pembuatan topi dengan bulu cendrawasih pun sudah mulai berkurang.(baca juga : jenis cendrawasih yang paling banyak diburu)

Jual Beli Burung Cendrawasih Papua
Meskipun sudah dilarang berburu cendrawasih, namun masih tetap ada yang melakukannya dan juga memperjual belikannya. Kita bisa melihat di banyak situs jual beli online yang menawarkan hewan-hewan langka termasuk cendrawasih Papua. Karena statusnya yang langka, burung ini diharga mulai dari 3 juta hingga mencapai 10 juta rupiah. Bahkan, banyak juga yang menjual cendrawasih yang sudah diawetkan dengan harga sekitar 5 juta rupiah.


0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut