Beberapa Hal Tentang Jalak Bali Yang Penting Untuk Anda Ketahui

siswanto siswanto


Jalak Bali adalah satu dari sekian banyak jenis burung yang menjadi primadona para kicaumania. Burung yang nama latinnya Leucopsar rothschildi ini juga dikenal dengan nama Bali mynah, Bali starling, atau Rothschild's mynah. Burung ini masuk dalam ketegori burung kicau berukuran sedang, dengan panjang tubuh sekitar 25 sentimeter. Bulunya berwarna dominan putih, dengan sedikit paduan warna hitam yang biasanya ada pada ujung sayap dan ekornya. Secara fisik bentuk Jalak Bali jantan dan betina sangat mirip, sehingga terkadang relatif susah untuk dibedakan. Apalagi, baik jantan ataupun betina mempunyai kemampuan berkicau yang sama. Tapi tentunya penampilan fisik yang cantik bukanlah satu-satunya daya tarik dari burung yang pertama kali ditemukan oleh pakar hewan dari Inggris ini. Para kicaumania sangat menyukai burung ini tentunya karena suara kicauan yang merdu Karakter kicauan burung ini berupa kombinasi antara beberapa lagu, atau kicauan dengan nada yang serupa dan diulang beberapa kali, dan celotehan yang merupakan hal yang khas dari burung jalak.


Jenis jalak bali

Habitat Jalak Bali
Sebelum membicarakan lebih lanjut tentang Jalak Bali, satu hal yang perlu kita bahas terlebih dahulu adalah habitat aslinya. Jalak Bali adalah hewan endemik Indonesia, atau lebih tepatnya endemik Bali karena burung ini hanya ada di Pulau Bali, di hutan yang terletak di bagian barat dari pulau tersebut. Burung ini hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Dulu, burung yang cantik ini sebenarnya nyaris punah karena jumlahnya sejak awal memang relatif sedikit, dan diperparah oleh maraknya penangkapan liar oleh para pemburu. Dan seperti yang kita ketahui, sejak dulu habitat hutan juga terus berkurang akibat ulah manusia. Sekarang pun, menurut perkiraan para ahli jumlah burung ini yang ada di alam bebas tidak lebih dari 100 ekor saja. Untungnya, banyak pihak yang melakukan penangkaran burung ini. Tidak hanya terbatas di Indonesia saja, tapi banyak kebun binatang di seluruh dunia yang mempunyai program untuk mengembangbiakkan burung ini. Para kicaumania juga tentunya mempunyai andil yang besar dalam penyelamatan Jalak Bali, karena mereka juga turut menangkarkannya. Dan sekarang, Jalak Bali yang diperjualbelikan secara legal adalah yang merupakan hasil penangkaran dari generasi ketiga, atau yang indukannya bukan liar atau hasil tangkapan.Itu hanya merupakan sebagian kecil macam jenis Jalak bali.

Habitat jalak bali

Makanan Jalak Bali
Makanan adalah satu hal tentang Jalak Bali yang tentunya penting untuk kita bahas. Di alam bebas, Jalak Bali memakan berbagai jenis serangga, cacing, dan ulat. Burung ini juga memakan buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian. Untuk Jalak Bali yang merupakan peliharaan, dapat diberikan pakan buatan yang sudah diolah menjadi bentuk pellet. Sedangkan untuk pelengkapnya, dapat diberikan tepung daging, tepung ikan, atau tepung tulang. Pakan untuk burung semacam ini ada banyak sekali jenisnya di pasaran. Pemberian makanan untuk burung ini dibedakan berdasarkan fase perkembangannya. Jadi kombinasi makanan untuk burung yang sudah dewasa, sedang birahi/siap kawin, atau sedang mengeram berbeda. Ini dilakukan agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.

Kandang Jalak Bali
Jalak Bali bisa ditempatkan di sangkar burung biasa seperti yang banyak dijual di pasaran. Tapi kalau untuk tujuan penangkaran, memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari kandang yang kita siapkan untuk burung ini. Memang tidak ada patokan pasti ukuran kandang yang paling baik untuk penangkaran burung ini. Dan kandang yang ukurannya lebih besar tidak selalu menjamin hasil yang lebih baik. Contohnya, ada penangkar yang menggunakan kandang minimalis berukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 2 meter, dan mendapatkan hasil yang baik. Tapi, ada penangkaran jalak bali lainnya yang menggunakan kandang lebih besar, dan dengan dilengkapi berbagai hal untuk membuat kandang tersebut bernuansa alami, tapi hasilnya justru kurang baik. Jadi memang selain ukuran, banyak faktor lain yang sangat mempengaruhi produktifitas burung ini. Contohnya, pemberian pakan yang tentunya harus seimbang dan mengandung semua gizi yang dibutuhkan.

Kandang jalak bali


Walaupun Jalak Bali sampai sekarang masih termasuk dalam jenis hewan yang dilindungi, burung ini sudah tidak selangka dulu karena sudah banyak yang menangkarkan. Ini bisa dengan mudah kita lihat dari harganya di pasaran. Beberapa tahun yang lalu, harga sepasang indukan yang resmi (bersertifikat) bisa mencapai Rp. 50.000.000. Tapi sekarang, harganya sudah jauh di bawah itu.

Demikian artikel singkat yang berisi informasi mendasar tentang Jalak Bali, burung yang menjadi favorit para penggemar kicau burung.

0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut