Upaya Mencegah Kematian Murai Batu Bakalan

Advertisement
Advertisement
Murai Batu, Anda pasti tahu burung ini bukan? Dengan kualitas suara yang sangat baik membuat burung ini sangat mahal di pasaran. Tidak hanya yang dewasa, terkadang untuk bakalan Murai pun harganya bisa selangit. Baik bakalan Murai tersebut hasil ternakan atau pun dari hutan, semuanya memiliki harga yang fantastis.

Akan tetapi, umumnya harga bakalan yang ditangkap dari hutan cenderung lebih murah. Akan tetapi, kualitas kesehatan bakalan Murai ini jauh lebih buruk dari bakalan yang berasal dari ternakan, sehingga resiko kematian pun sangatlah besar.

murai batu mati, murai mati

Maka dari itu, terkandang pembeli melakukan upaya mencegah kematian Murai Batu bakalan tersebut secara intensif. Jika tidak, bakalan tersebut akan lebih mudah sakit, dan ujung-ujungnya mati.

Upaya Pencegahan Kematian Pada Murai Batu Bakalan
Seperti yang kami sampaikan di atas, jika resiko kematian Murai Batu bakalan hasil tangkapan sangat sajuh lebih besar. Kenapa? karena hal ini dipicu oleh tingkat stres Murai yang berlebihan. Maka dari itu, semua pembeli atau pemilik bakalan ini harus melakukan tindakan pencegahan kematian Murai. adapun tindakan pencegahan tersebut berupa:

1. Pemberian pakan
Umumnya setiap bakalan, terutama yang berasal dari hutan, akan merasa stres dan kaget dengan segala jenis pola pakan yang baru. untuk itu, Anda harus melakukan upaya penyesuaian terhadap hal tersebut.

Caranya adalah dengan mengkombinasikan pakan alami Murai bakalan  tersebut dengan Voer, sedangkan pakan alami tersebut bisa berupa:

a. Kroto.
b. Jangkrik.
c. Ulat Hongkong.
d. Ulat kandang.

Selain empat pakan di atas, sebenarnya masih banyak pakan alami Murai lainnya. Sedangkan untuk pemberiannya sendiri adalah dengan pencampuaran extra food tadi dengan Voer yang sudah dihancurkan.

Jangan lupa berikan pula multivitamin, berikan OrBird sebagai vitamin alami terbaik untuk burung murai kesayangan anda.

2. Penyesuaian lingkungan
Upaya pencegahan kematian Murai Batu bakalan berikutnya adalah dengan melakukan penyesuaian lingkungan. Pasalnya, bakalan Murai akan merasa asing dengan lingkungan yang baru. dengan perasaan asing tersebut, maka Murai akan cenderung stres, bahkan tidak sedikit yang sampai mati karena over stres. Sedangkan untuk mencegah hal itu terjadi, Anda harus menutup sangkar Murai bakalan tersebut dengan kredong selama 7 hari penuh. Akan tetapi Anda juga bisa membukan kredong jika diperlukan.

3. Pola perawatan
Untuk pola perawatan bakalan, terutama bakalan Murai hasi tangkapan, sebaiknya Anda lakukan perawatan dengan sabar. Pasalnya, bakalan tersebut akan mudah stres. Kita ambil contoh, saat proses mandi, sebaiknya Anda lakukan dengan sabar dan jangan memaksa burung tersebut untuk mandi. Anda bisa memulainya dengan menyemprotkan sedikit air ke bulu Murai dengan perlahan, tapi jangan sampai Murai basah kuyup. Lakukan cara ini setiap hari sampai Murai rileks dan nyaman dengan perlakuan Anda terhadap dirinya.

4. Penyesuaian lingkungan
Cara mencegah kematian Murai Batu bakalan berikutnya adalah dengan menyesuaikan lingkungan agar senyaman mungkin. Hal ini harus Anda lakukan, karena dengan kondisi Murai yang nyaman, Ia akan terhindar dari stres. untuk melakukannya, Anda bisa mengkondisikan sangkar atau kandang Murai menjadi lebih tenang dan jauh dari kebisingan.

Perlu Anda ketahui. Resiko kematian baik bakalan maupun Murai dewasa memang akan selalu ada, tapi dengan tindakan pencegahan seperti di atas, setidaknya resiko kematian tersebut akan berkurang. Selain cara di atas, Anda juga melakukan tindakan pencegahan terhadap kematian Murai Batu bakalan dengan memberikan Ia multivitamin khusus burung. Dengan cara ini kesehatan bakalan Murai Batu akan lebih terjaga, dan pastinya meminimalisir resiko kematian bakalan Murai.