Masalah yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu

Advertisement
Advertisement
Murai Batu bukanlah burung yang tanpa masalah, layaknya makhluk hidup lainnya Ia pun kerap mengalami beberapa masalah dalam hidupnya. Sedangkan masalah yang kerap terjadi pada Murai Batu umumnya menyangkut beberapa hal seperti kesehatan, performa, atau bahkan nafsu makan.

Burung ini memang terkadang mengalami masalah tersebut, bahkan beberapa akan mengalami hal tersebut secara rutin atau sering, apabila Ia mendapatkan pola perawatan yang salah.

masalah murai batu, masalah murai

Jika kita membicarakan mengenai masalah yang kerap terjadi pada burung Murai ini, sebenarnya sangatlah banyak. Hanya saja, beberapa masalah tersebut sangat jarang trejadi. Akan tetapi, ada juga permasalahan yang sering terjadi pada Murai. Untuk mengetahuinya, mari kita simak materi berikut.

Masalah yang Umumnya Terjadi pada Murai Batu
Umumnya semua masalah burung, terutama burung kicauan itu hampir sama. Hanya saja, ada beberapa masalah yang sering menimpa MB. Masalah itu melingkupi beberapa hal yang sangat vital untuk Murai seperti performa, nafsu makan, juga kesehatannya.

Sedangkan untuk detail masalahnya sendiri adalah sebagai berikut:

1. Suara serak
Murai batu yang terlalu sering berkicau akan mengalami permasalahan ini, akan tetapi jika pemilik memberinya asupan air yang cukup maka masalah ini bisa terhindarkan. Selain itu, Murai diberikan jangkrik juga bisa menglami ini. Kenapa bisa begitu? karena jika jangkrik yang diberikan masih memiliki kaki, sayap, dan kepala, maka serangga tersebut bisa melukai tenggorokan Murai dan bisa membuatnya serak. Jadi untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya saat pemberian jangkrik baiknya kaki dan kepala serangga tersebut dibuang. Selain untuk meminimalisir serak, hal ini juga berguna agar jangkrik tidak terbang dan lari.

2. Angkat kaki sebelah
Mungkin Anda sering sekali melihat Murai yang mengangkat kaki sebelahnya bukan? Jika Ia mengangkat kaki dengan durasi pendek, itu bukanlah masalah. Akan tetapi jika durasinya panjang, maka ada masalah pada kaki unggas tersebut. sedangkan untuk mengetahuinnya Anda bisa langsung cek kaki burung tersebut, apakah ada luka, atau kaki tersebut sedang kejang.

Nah sedangkan untuk tindakan penangannya adalah sebagai berikut:

a. Untuk kaki yang kejang, sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika belum sembuh juga Anda bisa memberinya minyak tawon. Tujuannya adalah untuk memberikan releksasi pada kaki yang kejang tersebut. Sedangkan untuk cara pakainya adalah dengan mengoleskan minyak tersebut ke kaki yang sedang kejang.
b. Sedangkan jika kaki Murai Batu tersebut luka dan berdarah, tindakan penanganan dari masalah tersebut adalah dengan membersihkan lukanya. Setelah luka bersih, Anda bisa mengoleskan betadine pada kaki yang sedang luka tadi.

3. Kehilangan nafsu makan
Masalah yang kerap terjadi pada seekor MB bersikutnya adalah kehilangan nafsu makan. Hal ini umumnya terjadi karena keracunan dan stres, sedangkan untuk penangananya adalah sebagai berikut:

a. Jika karena keracunan, sebaiknya ganti semua makanan dan minuman yang telah diberikan dengan makanan dan minuman yang baru. Selain itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Anda juga harus melakukan tindakan penanganan terhadap kasus kercunan tersebut dengan mendatangi dokter hewan.
b. Jika disebabkan karena stres, maka untuk sementara waktu Anda bisa rubah menumakannya menjadi full extra food. Nah jika kondisinya sudah membaik, Anda bisa mengkombinasikan antara Voer dan EF, lalu secara bertahap kurangi EF dan ganti menjadi full voer.

Pola perawatan yang baik sangatlah berpengaruh untuk meminimalisir penyebab masalah yang kerap terjadi pada Murai Batu. Sedangkan untuk pola perawatannya adalah perawatan yang mengutamakan hal-hal yang menyangkut kebersihan, kesehatan, maupun kondisi lingkungan Murai itu sendiri.

Vitamin alami OrBird memiliki khasiat yang luarbiasa, kompleks, sangat bagus untuk mengatasi segala macam jenis penyakit.