Rahasia Makanan Terbaik untuk Burung Kacer

Advertisement
Advertisement
Makanan Burung Kacer di alam bebas cukup bervariasi mulai dari binatang-binatang kecil atau serangga. Namun pada saat sudah di ternak, burung ini biasa diberikan berbagai jenis makanan mulai dari voer hingga makanan extra seperti jangkrik dan lain-lain.

Makanan Burung Kacer tidak boleh sembarangan, terlebih jika Anda menginginkan burung yang gacor dan rajin bersuara serta terhindar dari berbagai masalah termasuk juga stres dan kembung. Makanan maupun pemberian makan harus rutin dan sesuai kebiasaan.

makanan kacer

Makanan Kacer
Makanan utama burung yang di tangkar atau sudah jinak adalah voer. Anda bisa memberikan voer dengan kualitas yang baik dan harus tersedia setiap saat di dalam sangkar. Penggantian makanan setidaknya harus diganti setiap 2 hari sekali.

Disamping makanan utama tersebut, burung jenis ini juga membutuhkan makanan ekstra atau extra food untuk menambah stamina, untuk memancing birahinya, dan untuk mencukupi kebutuhan gizi serta protein. Makanan ekstra bisa berasal dari, jangkrik, kroto, cacing, ulat hongkong, ulat kandang, ulat bambu, kelabang, belalang, orong-orong, dll.

Metode Pemberian Extra Food (EF)
Pemberian extra food bisa tergantung dari pemilik burung. Misalnya, di pagi hari saat menjemur burung atau setelah dimandikan, burung bisa diberikan 1 jangkrik atau 5 jangkrik yang ditambah dengan satu sendok makan kroto.

Begitu juga pada sore hari, Anda bisa memberikan antara 1 hingga 5 jangkrik kemudian diberikan kroto kembali.

Sedangkan pada saat mabung, atau pada saat pergantian bulu, sebaiknya jumlah makanan seperti jangkrik dan lain-lain sedikit dikurangi agar burung tidak terus menerus bersuara.

Mengurangi pemberian EF untuk mengkondisi agar burung ngedrop. Kondisi tersebut memang disengaja untuk mempercepat proses pergantian bulu agar lebih berkonsentrasi dan tidak terlalu sering bersuara.

Sedangkan untuk makanan ekstra lainnya seperti cacing, bisa diberikan misalnya 2 kali dalam seminggu dan jumlahnya jangan terlalu banyak. Begitu juga dengan EF yang lainnya.

Beberapa breeder menerapkan metode yang berbeda misalnya memberikan 1 ekor jangkrik di pagi hari kemudian 1 ekor jangkrik di sore hari, dan pada akhir pekan, biasanya mereka memberikan 20 hingga 30 ekor jangkrik.

Pemberian makan bisa sangat tergantung pada kebiasaan yang harus terus dijalani secara rutin. Karena apabila berubah, dapat menyebabkan burung menjadi stress atau mbagong.